Logo

Gerakan Hijau Selamatkan Pesisir: Milad ke – XXI MPA Archa Buana dan Penanaman 2.100 Bibit Mangrove Dalam rangka Memperingati Hari Bumi

Published on: 9 Jun 2026

Berita

Tangerang, Banten – Dalam rangka memperingati ulang tahun Mapala Archa Buana Universitas Pamulang yang ke-21 sekaligus memperingati Hari Bumi, Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Archa Buana melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Anom, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada hari minggu, 3 Mei 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Hijau Selamatkan Pesisir” ini tidak hanya dihadiri oleh anggota MPA Archa Buana, tetapi juga melibatkan berbagai organisasi kemahasiswaan Universitas Pamulang, komunitas Mapala dari wilayah Jabodetabek dan Tangerang Raya, serta masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dalam aksi pelestarian lingkungan tersebut.

Kerusakan ekosistem pesisir akibat abrasi, pencemaran, dan perubahan iklim menjadi persoalan lingkungan yang semakin memprihatinkan. Sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam, MPA Archa Buana berupaya mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman sebanyak 2.100 bibit mangrove.

Pentingnya Mangrove bagi Ekosistem Pesisir

Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Hutan mangrove mampu menahan abrasi, mengurangi dampak gelombang laut, menjadi habitat berbagai biota laut, serta membantu menyerap emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Selain manfaat ekologis, keberadaan mangrove juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, khususnya dalam sektor perikanan dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.100 bibit mangrove ditanam secara bertahap di area pesisir yang mengalami penurunan kualitas lingkungan. Proses penanaman dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Edukasi dan Kepedulian Lingkungan

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Selain melakukan penanaman mangrove, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta memahami dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Kegiatan edukatif seperti ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap berbagai isu lingkungan yang semakin kompleks. Melalui pemahaman yang lebih baik, diharapkan lahir generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

Selain memberikan dampak ekologis, kegiatan penanaman mangrove juga mempererat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga mampu hadir sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Berbagai program penanaman mangrove yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa aksi sederhana dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Program konservasi mangrove terbukti efektif dalam membantu pemulihan ekosistem pesisir sekaligus mengurangi risiko abrasi dan banjir rob.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil, seperti menanam pohon, menjaga kebersihan, dan mendukung berbagai program pelestarian alam di sekitar kita.

Melalui gerakan penanaman mangrove ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk terus menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. Sebab, bumi yang lestari bukan hanya warisan yang dapat dinikmati, tetapi juga amanah yang harus dijaga bersama.

Penulis: Tim Publikasi MPA Archa Buana Universitas Pamulang
Editor: Tim Media Teknik Mesin UNPAM

Berita Relative